SELAMAT DATANG, SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Selasa, 28 Februari 2017

TIDAK PUNYA MODAL ???

TARBIYAH2017. Tidak Punya Modal ???
Rintangan inilah yang paling sering dikeluhkan orang ketika akan memulai usaha. Tanpa modal (uang) mana mungkin bisa membangun sebuah usaha ? Akan tetapi, bukti memperilatkan bahwa banyak orang sukses yang benar-benar bisa memulai usaha dengan modal yang relatif kecil.
Sebut saja, Anak Agung Gede Kurnia, pemilik Agung Rai Museum of Art (ARMA) di Ubud Bali. Ia bisa dikatakan memulai usahanya tanpa modal. Pada awal usaha, ia hanyalah sebagai perantara antara seniman dan kolektor. Ditempat lain ada Bruno, produsen sandal dari eceng gondok. Modal awalnya cuma 15 ribu rupiah untuk membeli 5 kg eceng gondok. Dalam perkembangannya, omzet usahanya (tahun 2000) lebih dari 100 juta rupiah per bulan.

Jadi, bagaimana caranya agar dengan modal yang relatif kecil mampu membangun dan menjalankan usaha ?

Pertama, memulai usaha dari kecil, kemudian keuntungannya ditabung sedikit demi sedikit untuk memperbesar usaha. Biasanya kalau suatu usaha sudah berjalan dan jelas mempunyai prospek yang baik, para pemilik modal baik investor individual maupun pihak perbankan akan tertarik untuk menanam modal atau memberikan pinjaman modal kerja.

Kedua, membuat rencana usaha atau proposal untuk dijadikan alat komunikasi guna mencari modal. dalam hal ini, sumber permodalan bisa berasal dari rekan, bekas atasan, saudara, orang tua, dan sebagainya. Artinya, sumber permodalan bukanlah lembaga keuangan. Sebab, hampir dapat dipastikan bahwa sangatlah sulit mencari modal awal untuk memulai usaha yang berasal dari lembaga keuangan, terkecuali para pegawai negeri yang ingin membuka usaha sambilan. Sangat mungkin mereka bisa mendapatkan modal awal dari perbankan dengan agunan berupa surat pengangkatan/keputusan.

Ketiga, menggunakan otak (pikiran) dan kreativitas. Cara ini tentunya bisa unik untuk setiap orang. Sebagai contohnya nyata pada tahun 1973, Sriyanto ingin berwirausaha. Ia melihat banyak bekicot di halaman rumahnya. Ia melihat hal itu sebagai peluang, karena bekicot merupakan makanan bergizi bagi itik. Ide yang muncul adalah ia akan beternak itik. Namun, ia tak punya modal yang besar untuk membeli bibit itik. Apa yang ia lakukan? ia membeli telur itik dan memakai ayam untuk menetaskannya. Dalam waktu setengah tahun, ia berhasil memiliki peternakan itik dan mengumpulkan uang untuk mengembangkan usahanya.

Itulah kiat-kiat dan beberapa contoh bagaimana memulai usaha tanpa modal atau dengan modal yang kecil. Tidak ada yang tidak dapat kita raih dan wujudkan jika kita senantiasa ulet, tabah, dan pantang menyerah.

Disadur dari: Buku "Mendulang Reseki Bermodal Hobi" Penulis: Muhammad Musrofi

Untuk kritik dan saran, tinggalkan pesan anda di kolom komentar !!!

Wassalam.

0 komentar:

Posting Komentar