SELAMAT DATANG, SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Senin, 27 Maret 2017

KOMUNIKASI



KOMUNIKASI
(Pengertian, proses komunikasi, hambatan komunikasi, komunikasi efektif)


Oleh: Rustan A
Mahasiswa STAI Al-Gazali Bone
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah.
Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting. Bukan hanya dalam kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan manusia secara umum.
            Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala, yang membenarkan hati, sikap badan, ungkapan minat, sikap dan perasaan yang sama. di terimanya pengertian yang sama adalah merupakan kunci dalam komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama maka yang terjadi adalah " dialog antara orang satu ".
            Tujuan organisasi tidak akan tercapai apabila tanpa manajemen dan komunikasi, manajemen tidak akan mungkin ada tanpa organisasi, manajemen ada jika ada tujuan yang akan di capai dan di selesaikan. Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
            Tujuan organisasi juga tidak terlepas dari peran pemimpin, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menguasai komunikasi dengan baik pula. Dengan penguasaan komunikasi yang baik seorang pemimpin memiliki nilai tambah, baik dalam kehidupannya secara umum, maupun dalam mengkontribusikan dirinya di tempat kerja, sehingga lebih produktif.
B.       Rumusan Masalah.
Untuk memudahkan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa rumusan masalah, yaitu :
1.      Apa pengertian dari komunikasi ?
2.      Bagaimana proses komunikasi ?
3.      Apa saja yang menjadi hambatan komunikasi ?
4.      Dan bagaimana komunikasi yang efektif  ?
C.      Tujuan Permasalahan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian dari komunikasi, proses komunikasi, dan bagaimana komunikasi efektif  itu, di samping itu, makalah ini di tulis sebagai tugas pada mata kuliah " ilmu manajemen " yang di berikan oleh dosen pembimbing.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Komunikasi.
Istilah komunikasi berasal dari kata latin Communicare atau Communis yang berarti atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah :
1.      Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti makna yang perlu di pahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi ( Astrid ).
2.      Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain ( Davis, 1981 ).
3.      Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain. Komunikasi merupakan proses sosial             (  Lembaga Administrasi ).
Komunikasi artinya berbicara atau menyampaikan pesan, informasi, pikiran, dan perasaan yang di lakukan seseorang kepada yang lain dengan mengharapkan jawaban, tanggapan dari orang lain ( Hohenberg, 1978 ). Komunikasi bermula dari sebuah gagasan yang ada pada diri seseorang yang di olah menjadi sebuah pesan dan di sampaikan atau di kirimkan, kepada orang lain dengan menggunakan media tertentu. Dari pesan yang di sampaikan tersebut, kemudian terdapat timbal balik berupa tanggapan atau jawaban dari orang yang menerima pesan tersebut.
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi ( Wiryanto, 2005 ). Komunikasi formal adalah komunikasi yang di setujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi. Misalnya : memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi.
Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang di setujui secara sosial, orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
B.       Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunitasnya, sehingga dapat menetapkan suatu persamaan makna antara komunitasnya dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif.
Aristoteles menerangkan bahwa proses komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama yaitu :
1.      Pembicara, yaitu orang yang menyampaikan pesan
2.      Apa yang akan di sampaikan ( isi pesan )
3.      Penerima / pendengar, orang yang menerima pesan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1.      Penginterpretasian
 Hal yang di interpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri
 komunikator.
2.      Penyandian
 Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak,
 di wujudkan oleh akal budi manusia kedalam lambang komunikasi.
 Tahap ini di sebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai
 rencoder, alat penyandi, merubah pesan abstrak menjadi konkret.
3.      Pengiriman
Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang di sebut transmitter.
4.        Perjalanan
Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan di kirim hingga pesan di terima oleh komunikan.
5.        Penerimaan
Tahapan ini di tandai dengan di terimanya lambang   komunikasi melalui peralatan jasmaniah.
6.        Penyandian balik
Tahap ini terjadi  pada diri komunikan sejak lambang komunikasi di terima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya ( decoding ).
7.      Penginterpretasian
Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil di uraikan dalam bentuk pesan.
C.    Hambatan Komunikasi
1.    Hambatan Teknis
Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, dari sisi teknologi, semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
 Menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya personel management   ( 1976 ) jenis hambatan teknis dan komunikasi yaitu :
-          Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
-          Kurangnya informasi atau penjelasan
-          Kurangnya keterampilan membaca
-          Pemilihan media ( saluran ) yang kurang tepat
2.    Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses komunikasi. Definisi semantik sebagai studi idea atas pengertian, yang di ungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian ( komunikator dan komunikan ).
Seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang di pakainya.
3.    Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidak cakapan, kemampuan atau ketidak mampuan alat-alat panca indra seseorang. Menurut Cruden dan Sherman bahwa :
-          Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia. Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, keterampilan mendengarkan, perbedaan status, pencairan informasi, dan penyaringan informasi.
-          Hambatan yang di timbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi.
Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi organisasi.
D.    Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap ( attitude change ) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.
Tujuan komunikasi efektif yaitu :
·         Memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang di sampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi. Sehingga bahasa yang di gunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat di mengerti dan di pahami dengan baik oleh penerima informasi.
·         Agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seimbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih menggunakan bahasa dengan baik
Dengan komunikasi secara efektif, kita dapat menjalin hubungan, saling pengertian dengan orang lain, karena menggunakan komunikasi secara efektif memiliki beberapa fungsi di antaranya :
·         Fungsi informasi
Untuk memberitahukan sesuatu ( pesan ) kepada pihak tertentu, dengan harapan agar komunikan dapat memahaminya dengan baik.
·         Fungsi kontrol
Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan, dengan memberi pesan yang baik berupa perintah, peringatan, dan penilaian yang bijaksana.
·         Fungsi sosial
Agar rekreatif, keakraban dan keharmonisan di antara komunikator dan komunikan terjalin dengan baik.
·         Fungsi ekonomi
Menggunakan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kwalitas usaha ( bisnis ).

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang dapat kita petik dalam tulisan ini di antaranya :
Pentingnya seorang pemimpin dan bawahan untuk dapat membuka komunikasi secara efektif dan efisien, sehingga roda organisasi dapat berjalan lancar dalam mencapai tujuan yang telah di rencanakan, kemudian seluruh individu yang tergabung dalam sistem organisasi, hendaknya menyadari pentingnya komunikasi yang baik untuk meminimalisir hambatan komunikasi. Yaitu menciptakan komunikasi yang baik yang dapat meningkatkan kinerja individu yang berorganisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Cruden dan Sherman, dalam bukunya. 1976, Personel management.
R. Wayne Pace dan Don F. Faules 2006. Komunikasi organisasi, strategi meningkatkan kinerja perusahaan. Bandung ;
PT. Remaja Rosda karya.
Stoner, James A.F. 1996, manajemen, Erlangga, Jakarta
Appl baum, Ronald L,1974
Strategies For Persuasive Communication Charles E, Merril Publishing Company, Columbus, Ohio.

0 komentar:

Posting Komentar